Cara Pakai dan Tips Memilih Alat Nebulizer untuk Mengobati Asma

Penderita asma biasanya diberi tahu bahwa dokter selalu membawa atau menggunakan inhaler untuk mengobati gejala asma. Selain menghirup obat melalui inhaler, Anda juga dapat menggunakan inhaler yang disebut nebulizer. Lanjutkan membaca untuk artikel ini untuk informasi lebih lanjut tentang nebulizer.

Apa fungsi nebulizer?

Nebuliser adalah alat mesin yang mengubah obat cair menjadi uap untuk dihirup ke paru-paru. Fungsi nebulizer adalah untuk meringankan saluran udara terbatas.

Nebuliser terdiri dari mesin kompresor udara, wadah obat cair kecil dan tabung elastis yang menghubungkan kompresor udara ke wadah obat. Di atas wadah obat ada corong atau topeng yang akan digunakan untuk menghirup kabut. Ada dua versi power nebulizer, yang menggunakan listrik dan menggunakan baterai.

Nebulizer umumnya digunakan sebagai pengobatan untuk asma kronis, baik untuk anak-anak dan orang dewasa. Ini karena dibandingkan dengan inhaler, uap yang dihasilkan oleh nebulizer sangat kecil sehingga obat akan dapat menyerap lebih cepat di paru-paru target.

Tipe-tipe nebulizer yang dijual di pasaran

Dengan fungsi yang tetap sama, ada banyak jenis dan model perangkat nebulizer. Tiga jenis yang paling umum adalah kompresor, ultrasound dan mesh.

Jenis yang dipilih akan mempengaruhi durasi perawatan, ukuran partikel obat yang dapat dihirup, portabilitas (mudah atau tidak membawanya), durasi perangkat dan banyak hal lainnya. Berikut adalah tiga jenis pilihan:

  1. Jenis kompresor

Kompresor nebulizer bekerja dengan mengalirkan gas di bawah tekanan berkecepatan tinggi melalui obat cair dan mengubahnya menjadi bentuk uap. Durasi penggunaan kompresor nebulizer adalah sekitar 8-20 menit untuk perawatan.

Umumnya, nebulizer ini juga digunakan untuk anak-anak, karena dapat mengubah obat dalam berbagai ukuran partikel. Secara umum alat ini lebih murah dari yang lain.

Kekuatan: adalah mungkin untuk mengatur kecepatan motor ketika mengganti obat sehingga Anda dapat bernapas dengan lebih mudah. Kompresor jenis ini lebih murah daripada yang lain.

Kelemahan: alat ini cenderung lebih besar dari yang lain. Kompresor nebulizer umumnya lebih mahal karena menggunakan listrik dan menghasilkan suara. Obat-obatan biasanya lebih banyak terbuang saat menggunakan kompresor nebulizer.

  1. Jenis ultrasonik

Nebuliser ultrasonik menghasilkan getaran frekuensi tinggi yang mengubah obat cair menjadi uap dengan cara menghirup

Kelebihan: alat ini cenderung tidak menimbulkan noise. tidak ada kebisingan, ukuran kecil dan mudah dibawa kemana-mana karena bertenaga baterai. Ada juga versi listrik yang bisa diisi ulang (rechargeable).

Nebulizer ini menghasilkan uap 10 kali lebih cepat daripada nebulizer kompresor sehingga perawatan dapat berlangsung lebih cepat. Ultrasonik nebulizer bekerja lebih cepat daripada jenis lain, yaitu sekitar 6 menit untuk perawatan. Meski begitu, alat ini tidak efektif untuk mengganti obat suspensi atau cairan kental.

Kekurangan: alat ini lebih mahal daripada sistem kompresi. Alat ini juga tidak mendukung pemberian obat dalam bentuk suspensi atau cairan kental. Selain itu, kualitas beberapa obat juga dapat dikurangi karena energi ultrasonik yang tinggi.

  1. Jenis jaring

Mesh nebulizer menggunakan gelombang listrik atau ultrasonik untuk membuat obat cair bergetar sampai melewati lubang di jaring (bahan yang terbuat dari kawat atau kawat yang dikepang). Hasilnya adalah tetes uap cair yang sangat halus.

Kelebihan: alat ini bisa digunakan dengan baterai. Ukurannya yang kecil dan stabil memungkinkan Anda untuk menggunakan alat ini dalam posisi dan kondisi apa pun dan dapat dibawa ke mana saja.

Saat ini, nebulizer mesh dianggap sebagai inhaler tercepat, paling efisien dan hening.

Kelemahan: harga dibenaderol lebih mahal dari jenis lainnya. Selanjutnya, perlu lebih berhati-hati untuk membersihkan membran di dalam jaring.

Cara menggunakan nebulizer langkah demi langkah

Cara yang tepat untuk menggunakan nebulizer memungkinkan obat bekerja secara efektif dalam pengobatan asma. Berikut langkah-langkahnya:

  • Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir untuk mencegah kuman ikut masuk ke paru-paru lewat tangan yang mengaktifkan nebulizer.
  • Siapkan obat yang akan digunakan. Jika sudah dicampur, tuang langsung ke dalam wadah obat nebulizer. Jika belum, masukkan satu per satu dengan menggunakan pipet atau alat suntik.
  • Tambahkan cairan saline jika diperlukan dan diresepkan dokter.
  • Ambil wadah obat ke mesin dan juga masker ke bagian atas wadah.
  • Pasang masker di wajah hingga ujung hidung dan mulut. Pastikan pinggiran masker tersegel baik dengan wajah, agar tidak ada uap yang keluar dari sisi-sisi topeng.
  • Hidupkan mesin kemudian tarik napas dengan hidung dan keluarkan lewat mulut.
  • Anda bisa mengakhirinya saat tidak ada lagi uap yang keluar. Ini tandanya obat sudah habis.

Cara memakai nebulizer kurang lebih 15-20 menit.

Baca Juga :